Sumenep — Kondisi infrastruktur di Kecamatan Gili Genting, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan. Jembatan utama yang menghubungkan Desa Bringsang dan Desa Aeng Anyar dilaporkan mengalami kerusakan yang semakin parah dan memprihatinkan. Hingga kini, belum terlihat adanya langkah perbaikan dari pihak terkait, sementara risiko keselamatan warga terus meningkat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jembatan tampak jelas pada bagian struktur utama yang mengalami retakan dan lubang yang semakin melebar. Padahal, jembatan tersebut merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat, mulai dari aktivitas ekonomi, akses layanan kesehatan, hingga jalur utama anak-anak menuju sekolah.
Baca Juga: Aktivis GAPADA Sumenep: Tambang Galian C Ilegal Langgar UU Minerba, Aparat Diminta Bertindak Tegas
Seorang warga setempat berinisial A mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi kecelakaan yang bisa berakibat fatal jika kondisi jembatan terus dibiarkan tanpa penanganan.
“Kerusakannya semakin hari semakin parah. Kalau dibiarkan, kami khawatir jembatan ini bisa runtuh atau memakan korban jiwa,” ujarnya.
Menurut warga, kondisi jembatan yang rusak juga menyulitkan pengendara, terutama pada malam hari dan saat cuaca buruk. Mereka berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah segera turun tangan melakukan perbaikan agar keselamatan pengguna jalan dapat terjamin.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait mengenai rencana perbaikan jembatan penghubung tersebut